5 Penyebab Kelangkaan LPJ 3 Kg yang Membuat Masyarakat Pasrah


Pasrah saja lah! 5 penyebab kelangkaan LPJ 3 Kg ini sulit diprotes. Salah satu penyebabnya adalah faktor kesengajaan pemerintah.

Penyebab pertama, terjadi migrasi pembelian dalam jumlah besar dari LPG 12 Kg ke 3 Kg, sehingga pembelian LPG 3 Kg meningkat.

Pertamina memang sempat menaikan harga LPG 12 Kg, dengan tujuan mengurangi kerugian di bisnis LPG, karena selama ini menjual LPG 12 Kg di bawah harga keekonomian. Akibatnya disparitas harga makin lebar antara LPG 12 Kg dengan LPG 3 Kg.

Penyebab kedua, terjadi pembelian panik (panic buying), sehingga masyarakat membeli LPG melebihi kebutuhannya sehari-hari.

Penyebab ketiga, ada pemberitaan di media massa kalau pengusaha menuntut kenaikan margin usaha.

Penyebab keempat disinyalir kuat karena banyak ulah sopir truk agen, pengecer, dan penimbun tabung LPG. Modus yang mereka terapkan adalah dengan membeli dari sopir truk yang membawa gas LPG tabung 3 Kg dengan harga sedikit lebih mahal. Kemudian agen dan pangkalan menimbunnya. Kabar kelangkaan dibuat agen dan pangkalan nakal, supaya bisa menaikkan harga jualnya.

Keterbatasan pihak Pertamina karena minimnya jumlah personil, tidak maksimal melakukan pengawasan terhadap luas area distribusi.  Akibatnya Gas bersubsidi yang seyogyanya dipasarkan dengan harga Rp.16.000, melonjak menjadi Rp.25.000-Rp.45.000.

Penyebab yang kelima, LPG bersubsidi kemasan 3 Kg akan dialihkan ke Brigt Gas kemasan 5,5 Kg. Inilah mengapa tabung LPG bersubsidi kemasan 3 Kg di Kota Palu kian mengalami kekurangan stok dalam beberapa pekan terakhir.

Pengurangan stok tabung LPG 3 Kg tersebut diberlakukan pada tahun 2017 ini, agar membantu program pemerintah yang mengarahkan agar subsidi tepat sasaran, sehingga LPG bersubsidi 3 Kg hanya diperuntukkan khusus kepada masyarakat yang kurang mampu yang memiliki penghasilan maksimal Rp 1,5 juta per bulan.

Banyaknya stok tabung LPG bersubsidi 3 Kg menjadi persoalan karena yang menggunakan sudah bukan dari kalangan masyarakat kurang mampu. Seiring dengan berjalannya waktu maka masyarakat akan beralih menggunakan Bright Gas 5,5 Kg. Sama seperti minyak tanah lalu, dengan cara dibatasi maka masyarakat beralih ke gas.




No comments

Powered by Blogger.