Waspada! Kenali 5 Motif Pembegalan di Kota Palu



Dalam satu malam, dua komplotan begal berhasil tertangkap. Satu di Vatulemo, satunya lagi di Jalan Kartini. Kedua komplotan begal tersebut mendapat hadiah bogem mentah dari warga. Salah satu komplotan begal di Vatulemo bahkan dibakar motornya.

Sudah berulang kali para pembegal di Kota Palu berhasil diamankan, namun peristiwa pembegalan seolah tidak pernah ada habisnya. Untuk berwaspada, mari mengenali berbagai motif pembegalan dari 5 peristiwa yang pernah terjadi di Kota Palu. Apa saja itu? Berikut hasil penelusuran Pojok Kota, dilansir dari berbagai media:

1. Pemalakan Berkedok Ganti Rugi

Salah seorang warga tiba-tiba dihadang oleh 3 orang bermotor dan menodongnya dengan pisau, subuh 15/08/17. Mereka beralasan bahwa warga tersebut telah menabrak seseorang sehingga meminta uang sebagai ganti rugi. 

Warga tersebut tidak tahu apa-apa. Karena takut, akhirnya ia memberikan uangnya kepada ketiga orang tak dikenal itu.

2. Dibuntuti Lalu Diparangi di Depan Kos

Nasib nahas menimpa salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Palu berinisial EM (22). Pasalnya, mahasiswa asal Kabupaten Morowali ini harus dilarikan ke RS Wirabuana Palu, setelah diparangi oleh begal di Jalan Lagarutu. 

Ia diparangi tepat ketika berada di depan kos miliknya setelah sekian lama dibuntuti, Minggu (5/3/17) dini hari, sekitar pukul 02.00 wita. Belum sempat sang begal merampas motor korban, sang Begal berhasil kabur karena kedatangan warga sekitar.

3. Ditendang Hingga Jatuh  Lalu Membawa Lari Motor Korban

Sekelompok pengendara motor melakukan aksi kekerasan dan perampasan sepeda motor pada beberapa anak muda yang sedang berkendara di Jalan Tanjung Manimbaya kompleks pasar Masomba Palu, Kamis dini hari (29/6/17).

Di tengah perjalanan pulang mereka diikuti sekitar delapan sepeda motor dan delapan orang pria berboncengan. Di Jalan Mongindisi mendekat Mall Tatura Palu, tiba-tiba sepeda motor mereka ditendang satu persatu oleh para pelaku. Karena merasa terancam, korban bersama rekan-rekannya memacu kendaraannya ke arah Jalan Tanjung Manimbaya. 

Para pelaku tetap mengejar dan terus menendang sepeda motor para korban. Motor korban ditendang hingga terjatuh. Karena takut, korban meninggalkan sepeda motornya. Saat itulah motor mereka dibawa kabur.

4. Pembacokan di Depan Rumah Pada Dini Hari

Terjadi pembacokan oleh begal kepada korban bernama Wahyu Indra (22), warga Jalan Ahmad Yani Lorong IV. Kejadiannya Selasa (11/7/17) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita di depan rumah korban.

Awalnya korban bersama temannya bernama Rian Riski, sedang duduk-duduk depan rumah. Mereka sempat melihat ada dua sepeda motor lewat berulang kali di depan rumah korban. Tidak lama kemudian  satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh dua pelaku, langsung menghampiri korban. 

Salah satu pelaku turun dari motor dengan membawa sebilah parang. Saat melihat pelaku membawa  parang, korban dan temannya lari untuk menyelamatkan diri.

Namun, korban sempat terjatuh saat hendak berlari. Disitulah kesempatan pelaku membacok korban berulang kali, sehingga korban mengalami luka bacok di bagian betis kiri, tumit kiri, dan jari manis kaki bagian kiri. 

Setelah membacok korban, pelaku sempat mendorong sepeda motor milik Rian Riski (teman korban). Namun korban dan temannya berteriak yang mengundang perhatian warga di sekitar lokasi kejadian. Warga pun terjaga dan berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku berhasil melarikan diri.

5. Dijambret di Atas Motor

Evhy selaku korban dirampas ponselnya di Jalan Kakak Tua oleh Pengendara motor tak dikenal (5/8/17). Waktu itu ia dibonceng oleh temannya, ia dibelakang motor sedang memainkan ponsel. 

Tiba-tiba ada motor yang langsung menyambar dan merampas ponselnya. Korban berusaha menahan ponselnya agar tidak terlepas dari tanganya.

Alhasil karena baku tarik, korban akhirnya terjatuh hingga lengannya patah. Sang begal yang tidak berhasil merampas ponsel korban pun melarikan diri karena teriakan korban. Kemudian warga sekitar berdatangan.



No comments

Powered by Blogger.